Baptisan Yang Benar

Kepada jemaat diberikan hanya dua ordonansi =
Baptisan untuk orang-orang yang sudah percaya dan perjamuan Tuhan
Believer’s Baptism – Hanya orang-orang yang “sudah selamat” yang dibaptis selam dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Mereka itu diselamatkan oleh anugerah Allah tanpa “usaha” atau “pekerjaan” Hukum Taurat (Efesus 2:5, 8-9). * Kis. 8:35-39
Baptisan yang benar adalah sebagai berikut:
 Orangnya harus benar: Hanya orang yang sudah selamat yang dibaptiskan (Kis 2:47; 8:36-37)
 Caranya harus benar: Diselamkan—bukan dipercik. Arti baptisan adalah Selam dan baptisan menggambarkan Injil Yesus Kristus (Roma 6:3-4; 1 Kor. 15:1-5; Kis. 8:36-38; Yoh. 3:22-23). Mengganti cara baptisan adalah sama dengan mengganti berita injil (Galatia 1:6-10).
Baptisan bukan untuk keselamatan melainkan sebagai ketaatan kepada Yesus Kristus. Sebuah Penyelewengan yang terjadi pada abad kedua yang berhubungan dengan ajaran yang terbesar, yaitu ajaran keselamatan. Orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir sudah berabad-abad dilatih melakukan upacara-upacara dan orang-orang kafir sudah berabad-abad dilatih melakukan upacara-upacara. Mereka sudah menerima “yang melambangkan” sebagai “yang dilambangkan”, bayangan sebagai kebenaran yang hakekat, dan upacara-upacara sebagai alat untuk menyelamatkan jiwa. Betapa mudah memandang baptisan begitu. Demikianlah muncul ide “keselamatan oleh pembaptisan” dan menjadi makin kuat dalam beberapa gereja. Kesalahan lain yang timbul pada zaman yang sama, adalah perubahan dalam hal “calon” pembaptisan. Kesalahan ini adalah akibat ide “keselamatan oleh pembaptisan”. Karena jemaat-jemaat yang menyeleweng itu mengatakan bahwa pembaptisan dapat menyelamatkan jiwa, maka mereka juga berpendapat bahwa semakin cepat dibaptis, semakin cepat selamat. Jadi timbullah “pembaptisan bayi”. Sebelumnya, orang-orang yang percaya sajalah yang diangap calon-calon yang sah untuk dibaptis. Bukan percik yang dibicarakan di sini, “percik” belum timbul pada waktu itu. Akibat dari ajaran buatan manusia tersebut, gereja-gereja dipenuhi dengan anggota-anggota yang belum selamat.

 Otoritasnya mesti benar. Otoritas untuk membaptis diberikan Kristus kepada jemaat-jemaatNya (Matius 28:18-20). Hanya gereja yang mengajarkan dan mempraktekkan Firman Allah yang memiliki otoritas untuk membaptiskan orang-orang percaya (Markus 7:7) dan bukan gereja palsu. Kis 16:5.

Tautan Sumber

Leave a Reply

www.gbiishalomtiga.org
PHHT 2011
Gedung gereja GBII Sirapan 2010
No Preview
JADWAL IBADAH GEREJA
Kolom Wanita Pojok Pemuda Renungan Utama
Tahukah Anda Bahwa Allah Tidak Bermaksud Untuk Mengendalikan Setiap Gerakkan Kita?
Betapa Pentingnya Salib
Kasihilah Allahmu Dengan Segenap Pemikiranmu
www.gbiishalomtiga.org
PHHT 2011
No Preview
JADWAL IBADAH GEREJA
Mantan Dukun Yang Jadi Percaya