Dapatkah Seorang Yang Sudah Diselamatkan Terhilang?

Jadi, Anda sudah diselamatkan, seorang Kristen yang sudah dilahirkan kembali dengan kepastian bahwa Kristus adalah Juruselamat Anda.  Dapatkah Anda terhilang lagi?  Dapatkah keputusan yang telah Anda buat diputarbalikkan entah karena Anda memutuskan untuk meninggalkan Kristus atau karena murtad atau mengalami kegagalan moral?  Sebagian orang kristen percaya pada apa yang dinamakan “Jaminan Keselamatan Kekal” (Eternal Security), sementara sebagian lain menyebutnya “doktrin jahat” yang meninabobokan orang kristen ke dalam kelesuan rohani dan kehidupan duniawi.

Apakah Anda percaya pada jaminan keselamatan kekal atau tidak, itu tergantung pada pihak mana Anda berdiri, dalam kontroversi tentang kehendak bebas.  Orang-orang yang mengatakan bahwa keselamatan bergantung pada pilihan kita sendiri, biasanya secara logis berkesimpulan bahwa kita dapat kehilangan keselamatan kita.  Kehendak bebas yang dapat menerima Kristus adalah kehendak bebas yang juga menolak Dia.  Sayalah yang memilih untuk diselamatkan dan saya juga yang memilih untuk “tidak diselamatkan”.

Arminianisme merupakan nama yang paling sering dikaitkan dengan kepercayaan bahwa seorang yang sudah diselamatkan akhirnya dapat terhilang.  John Wesley, yang sangat dipengaruhi oleh Arminius dan menekankan kebebasan kehendak, sangat yakin bahwa seseorang yang sudah diselamatkan dapat terhilang dalam kehancuran kekal.

Akan tetapi, pada titik manakah seseorang melewati garis batas dan kehilangan keselamatannya?  Diantara banyak kelompok yang mengajarkan doktrin ini, sedikitnya ada tiga jawaban yang diberikan.

Yang pertama, mengatakan bahwa saya selamat sampai saya berbuat dosa kembali; waktu itu saya kehilangan keselamatan saya.

Dr. Harry Ironside, yang selama bertahun-tahun menjadi pendeta Gereja Moody di Chicago, mengatakan bahwa ia berjumpa dengan seorang lelaki yang menyatakan diri sudah diselamatkan sembilan puluh sembilan kali!  Sebetulnya, kalau Anda menganggap diri Anda kehilangan keselamatan setiap kali Anda berbuat dosa, kita mungkin merasa simpati kepada pendeta yang mengatakan kepada si pemabuk yang diselamatkan setiap hari minggu, “Minggu depan saya harus menembakmu tepat sesudah kau diselamatkan, supaya engkau pasti masuk surga!”

Jikalau kita kehilangan keselamatan kita setiap kali kita berbuat dosa maka Injil tidak akan merupakan kabar baik, tetapi hanya merupakan suatu pesan yang berisi ketidakpastian dan ketakutan.  Kepastian tentang keselamatan akan selamanya tidak bisa dicapai.

Yang kedua, sebagian besar penganut Arminianisme mengambil pendapat kedua yang lebih moderat.  Mereka mengatakan bahwa seorang kehilangan keselamatannya bila ia dengan sengaja berbuat dosa.  Dosa semacam itu hanya bisa dilakukan bila seseorang secara sengaja tidak taat dan menolak untuk mengaku dosa sehingga ia terus menerus tidak taat.  Dengan demikian, rupanya orang dapat berbuat dosa dengan sengaja tanpa membahayakan keselamatannya kalau dosa itu segera diakui, atau kalau dosa itu hanya dalam pikiran.

Yang  Ketiga, Ada orang yang percaya bahwa hanya mereka yang murtad berat yang akan terhilang.  Dosa-dosa lain tidak memisahkan kita dari Kristus, tetapi dosa doktrin yaitu dengan sengaja menolak Dia, merupakan titik dimana keselamatan hilang.

Satu kesulitan yang dimiliki oleh semua pandangan diatas adalah bahwa garis pembatasnya tidak jelas.  Apakah bedanya dosa yang disengaja dengan dosa yang tidak disengaja?  Apakah artinya menolak Kristus?  Dan apakah seorang mengetahui kapan ia telah melewati batas?

Berikut beberapa ayat yang sering dipakai sebagai ayat andalan mereka yang menganut pandangan tersebut diatas mengajarkan keselamatan hilang.

Leave a Reply

www.gbiishalomtiga.org
PHHT 2011
Gedung gereja GBII Sirapan 2010
No Preview
JADWAL IBADAH GEREJA
Kolom Wanita Pojok Pemuda Renungan Utama
Tahukah Anda Bahwa Allah Tidak Bermaksud Untuk Mengendalikan Setiap Gerakkan Kita?
Betapa Pentingnya Salib
Kasihilah Allahmu Dengan Segenap Pemikiranmu
www.gbiishalomtiga.org
PHHT 2011
No Preview
JADWAL IBADAH GEREJA
Mantan Dukun Yang Jadi Percaya