Dapatkah Seorang Yang Sudah Diselamatkan Terhilang?

Ibrani 6:1-6

Diskusi apakah seorang yang sudah diselamatkan dapat terhilang maka biasnya akan terpusat sekitar beberapa bagian dari Alkitab yang sifatnya membingungkan.  Barangkali bagian yang paling kontroversial dan paling terkenal adalah Ibrani 6:1-6.

Penganut Arminianisme memakai ayat ini untuk membuktikan bahwa orang percaya dapat jatuh dan terhilang untuk selamanya.  Ada juga yang mengajarkan bahwa orang semacam itu tidak dapat diselamatkan untuk kedua kalinya karena kata-kata “tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat.”  Meskipun demikian, ada suatu cara yang lebih baik untuk menjelaskan kalimat ini sebagaimana akan terlihat dalam urain berikutnya.

Untuk memelihara doktrin tentang jaminan keselamatan kekal, beberapa penganut Calvinisme telah mengajarkan bahwa orang-orang yang dibicarakan dalam ayat itu bukanlah orang kristen.  Orang-orang yang “murtad lagi” itu adalah orang-orang yang memperoleh manfaat dari kepercayaan Kristen, tetapi tidak menganut kepercayaan itu secara pribadi. Meskipun banyak sarjana yang sangat baik mempunyai penafsiran begitu, kalau kita baca ayat itu secara NETRAL maka kita akan berkesimpulan bahwa uraian di atas itu berlaku untuk orang-orang percaya.  Ya, ORANG-ORANG PERCAYA DAPAT MURTAD LAGI.  Akan tetapi, persoalannya adalah, apakah yang dimaksud penulis kitab Ibrani itu dengan “murtad lagi”?  Apakah maksudnya murtad dan masuk neraka?  Dari konteksnya jelas bahwa bukan ini maksud penulis.  Ia memakai ungkapan yang sama untuk orang-orang Israel yang di padang gurun murtad dari Allah yang hidup (3:12). KEADAAN “MURTAD” MEREKA TIDAK MENENTUKAN NASIB KEKAL MEREKA, TETAPI MENGAKIBATKAN HUKUMAN DI DUNIA SERTA KEHILANGAN BERKAT.

Kitab Ibrani ditulis bagi orang-orang yang tergoda untuk kembali kepada sistem korban dalam Perjanjian Lama.  Mereka mulai sangsi apakah Kristus benar-benar mencukupi; apakah Ia sesungguhnya menggantikan berbagai upacara keagamaan dan kurban yang diwajibkan oleh Taurat.  Keangsian semacam itu menunjukkan ketidakpercayaan dan kedegilan hati.  Kembali pada upacara keagamaan dan sistem kurban Perjanjian Lama berarti “menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.”
Penulis selanjutnya menerangkan bahwa mereka tidak dapat bersandar pada kurban-kurban Perjanjian Lama dan sekaligus dibawa kepada pertobatan.  Artinya, mereka tidak mungkin dipulihkan dalam persekutuan dengan Allah SELAGI mereka mempersembahkan anak domba di Mezbah (menyalibkan Kristus kembali).  Akan tetapi, kalau mereka menghentikan kebiasaan-kebiasaan ini, tidak ada alasan untuk berpikir bahwa mereka tidak dapat dipulihkan.  BENAR, ORANG-ORANG PERCAYA DAPAT MURTAD, TETAPI BUKAN KE DALAM KEBINASAAN KEKAL.

Leave a Reply

www.gbiishalomtiga.org
PHHT 2011
Gedung gereja GBII Sirapan 2010
No Preview
JADWAL IBADAH GEREJA
Kolom Wanita Pojok Pemuda Renungan Utama
Tahukah Anda Bahwa Allah Tidak Bermaksud Untuk Mengendalikan Setiap Gerakkan Kita?
Betapa Pentingnya Salib
Kasihilah Allahmu Dengan Segenap Pemikiranmu
www.gbiishalomtiga.org
PHHT 2011
No Preview
JADWAL IBADAH GEREJA
Mantan Dukun Yang Jadi Percaya