Dapatkah Seorang Yang Sudah Diselamatkan Terhilang?

Ibrani 10:26-31

Suatu bagian yang sama kontroversialnya terdapat dalam Ibrani 10:26-31.  Di situ orang-orang yang terus berbuat dosa, sesudah mereka menerima pengetahuan tentang kebenaran, diberi tahu bahwa yang menantikan mereka adalah hukuman yang mengerikan.  Dibawah Taurat Musa orang akan mati kalau mereka melanggar taurat.  Sebaliknya, “Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah,yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?”  (ayat 29).

Ada dua sebab mengapa kita harus menafsirkan bagian ini sebagai mengacu pada orang-orang percaya.  Pertama, penulis berkata, “Jika kita sengaja berbuat dosa”, yang bisa juga dimaksud penulis sebagai pemberontakan dengan sengaja.  Kedua, orang yang tidak taat ini sudah dikuduskan dengan darah perjanjian.  Nah, orang percaya ini berbuat dosa sedangkan ia sudah memperoleh pengetahuan yang lebih besar, sehingga hukumannya tentu lebih berat.  Tetapi apakah yang dapat merupakan hukuman yang lebih berat itu?  Bagian ini menunjukkan sampai seberapa jauhnya Allah bersedia mendisiplinkan umatNya.  Ada bentuk-bentuk pembalasan ilahi yang lebih buruk daripada kematian fisik – ada kesesakkan jiwa – siksaan rohani dan mental – yang membuat kematian menjadi kelegaan yang menggembirakan.

Disiplin fisik dari Perjanjian Lama belum tentu menentukan nasib kekal seseorang.  Jangan kita berpikir bahwa semua orang Israel kecuali Musa, Yosua, dan Kaleb, akhirnya mengalami kebinasaan kekal.  Allah seringkali mendisiplinkan umatNya dengan hukuman yang berat.  Karena Perjanjian Baru jauh lebih hebat daripada Perjanjian Lama, orang-orang yang percaya dan kemudian murtad patut mendapat ganjaran yang lebih hebat.  Meskipun semua orang percaya dilindungi supaya tidak terkena murka Allah, mereka tidak dibebaskan dari disiplin yang keras, termasuk kematian.  Sebagaimana ada disiplin mental dan fisik dalam Perjanjian Lama, demikian pula ada disiplin yang malah lebih besar dalam Perjanjian Baru.  Keduanya bersifat sementara, tidak kekal.

Leave a Reply

www.gbiishalomtiga.org
PHHT 2011
Gedung gereja GBII Sirapan 2010
No Preview
JADWAL IBADAH GEREJA
Kolom Wanita Pojok Pemuda Renungan Utama
Tahukah Anda Bahwa Allah Tidak Bermaksud Untuk Mengendalikan Setiap Gerakkan Kita?
Betapa Pentingnya Salib
Kasihilah Allahmu Dengan Segenap Pemikiranmu
www.gbiishalomtiga.org
PHHT 2011
No Preview
JADWAL IBADAH GEREJA
Mantan Dukun Yang Jadi Percaya