Mantan Dukun Yang Jadi Percaya

Nama: Lukas Bambang Lantip

Panggilan: Pa’De Latif

Lahir: 11 Mei 1945

Ayat Favorit:

– Yohanes 14:6;

– Yohanes 16:3

Riwayat Hidup:

28 April 1967 tiba di Jakarta, menyusul Bpk Ratmin yang sudah lebih dulu merantau. Mencari nafkah dengan berjualan koran di komplek2 Pondok Jaya (Mampang) selama 1 tahun.

09 Juli 1969 Menikah secara islam dengan Rimkha Rakiyem (23 Februari 1951) yang sekarang lebih dikenal dengan panggilan Bude Latif.

Selama tahun 1968 sampai 1992, bekerja sebagai karyawan di PT. Industri Sandang yang bergerak dibidang pembuatan kapas menjadi benang.

Tahun 1992 sampai pensiun di tahun 2004 bekerja sebagai satpam di Wisma Lia.

Pengalaman Pertobatan:

Pada tahun 1972 Pa’de menerima berita keselamatan dari Pak Sujono dan Pak Markus. Pada waktu di injili Pa’de Langsung percaya bahwa Yesus adalah Juruselamatnya, tanpa ada rasa sungut-sungut atau keragu-raguan kepada Tuhan Yesus, tidak ada pemberontakan dari diri Pa’de. Dan di tahun yang sama, Pa’de dibaptiskan oleh Pendeta Antoro.

Kehidupan Setelah Menjadi Kristen:

Orang tua Pa’de Latif adalah seorang dukun nomor satu di kampungnya, punya simpanan keris dan jimat yang banyak. Dengan kesaktiannya, bahkan kalau mau gula dan teh bisa datang sendiri. Pada awalnya ketika orang tua diceritakan bahwa Pa’de Latif sudah menjadi Kristen mereka menolak. Tetapi tidak memutus harapan Pa’de dan Bude, dengan giatnya Pa’de dan Bude berdoa. Sampai akhirnya orang tua Pa’de Latif menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya. Segala simpanan yang berbau mistik di buang dan tidak ada yang disimpan lagi. Hingga pada akhir yang indah, di saat orang tua memanggil istri, anak dan Bude, orang tua berpesan supaya anak dan cucu dapat hidup rukun. Sesaat setelah pesan disampaikan, detik itu juga orang tua Pa’de Latif meninggal dalam keadaan sebagai orang yang percaya Tuhan Yesus. Dalam kehidupan di keluarga Pa’de Latif yang sungguh di banggakan adalah bahwa orang tuanya sudah diselamatkan dan percaya kepada Tuhan Yesus. Tidak ada hambatan dalam perjalanan Pa’de untuk menyelamatkan kedua orang tuanya, karena kesungguhan Pa’de dan Bude dalam doanya.

Tantangan Sebagai Orang Kristen:

Setelah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, Pa’de sungguh-sungguh hidup dengan menyerahkan sepenuhnya segala tantangan dan hambatan yang dialami kepada Tuhan Yesus. Tidak ada tantangan terberat saat menjadi orang Kristen, asalkan sungguh-sungguh hidup berserah kepada Tuhan Yesus.

Di akhir kesaksiannya, Pa’de berharap bagi gereja dan generasi yang ada saat ini supaya semakin maju dan banyak jiwa-jiwa yang diselamatkan.

Leave a Reply

www.gbiishalomtiga.org
PHHT 2011
Gedung gereja GBII Sirapan 2010
No Preview
JADWAL IBADAH GEREJA
Kolom Wanita Pojok Pemuda Renungan Utama
Tahukah Anda Bahwa Allah Tidak Bermaksud Untuk Mengendalikan Setiap Gerakkan Kita?
Betapa Pentingnya Salib
Kasihilah Allahmu Dengan Segenap Pemikiranmu
www.gbiishalomtiga.org
PHHT 2011
No Preview
JADWAL IBADAH GEREJA
Mantan Dukun Yang Jadi Percaya