brown horse with blue and white hat

Pahala dan Hukuman

Allah “memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibr. 11:6). Dia juga memberikan “upah” dari segi negatif (hukuman) bagi orang yang lari atau menolak Dia dan hidup berdosa dan hidup kedagingan.

Kata ‘upah’ (Inggris: reward) memiliki empat kata dalam bahasa Yunani. Pertama, misthos. Kata ini dipakai sebanyak 13 kali dalam PB. Tuhan Yesus Kristus adalah yang pertama memakai kata ini saat menjanjikn upah di surga bagi orang yang dianiaya demi namaNya (Mat. 5:12). Di akhir Kitab PB, Dia menyebutkan bahwa “Aku membawa upah-Ku” (Why. 22:12) untuk dberikan kepada umatNya atas pekerjaan mereka. Paulus menjelaskan bahwa keselamatan bukanlah upah tetapi anugerah (Rm. 4:4). Namun, Paulus menyatakan bahwa setiap orang percaya akan mendapat upah menurut pekerjaannya sendiri (1Kor. 3:8). Teks ini berhubungan dengan upah orang percaya. “Api” akan menguji pekerjaan itu (ay. 13). Api ini bukan untuk membinasakan, tetapi untuk menguji apakah pekerjaan itu memang layak mendapat upah (ay. 14).

Kedua, misthapodosia. Kata ini memiliki arti upah secara positif dan negatif. Dipakai 3 kali dalam PB, semuanya dalam Ibrani. Orang yang menderita dikatakan untuk tidak meninggalkan imannya, karena upah kekal yang diberikan lebih berharga daripada harta yang fana (Ibr. 10:34-35). Di pasal 11, Musa dipuji karena “ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah” (ay. 26). Matanya ditujukan kepada sesuatu yang kekal bukan kefanaan di Mesir. Secara negatif. dalam Ibrani ini juga, penulisnya mengingatkan orang percaya untuk tidak berpikir bahwa mereka dapat menghindari “balasan yang setimpal” dari Allah saat kita menyia-nyiakan anugerah llah (Ibr. 2:2-4).

Ketiga, antapodoma. Dipakai 2 kali baik secara positif maupun negatif. Secara positif: Upah/balasan (Luk. 14:12-14). Orang percaya diingatkan untuk menunjukkan kebaikan kepada orang-orang yang tidak seberuntung diri mereka; sehingga mereka “akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar”. Secara negatif (Rm. 11:9), Paulus mengatakan, “”Biarlah jamuan mereka menjadi jerat dan perangkap, penyesatan dan pembalasan bagi mereka”, mengutip Mzm. 69:22. Dia menggunakan ayat ini untuk menunjukkan bahwa orang Israel yang tegar tengkuk akan menerima balasan Allah.

Keempat, antimisthia, yang juga dipakai dua kali secara positif dan negatif. Positif, timbal balik (2Kor. 6:13). Maksudnya adalah memberi-menerima sebagai suatu prinsip dalam kehidupan orang percaya. Secara negatif, balasan yang setimpal (Rm. 1:27) sebagai akibat dari dosa manusia. Namun, jika mereka bertobat, hukuman itu tentu saja tidak akan sampai membawa mereka mati kekal di neraka.

Jadi, kita sungguh mengetahui bahwa Allah kita adalah adil (Ul. 32:4; Mzm. 7:12). Dan ini kiranya mengingatkan kita untuk tidak menyalahgunakan apa yang sudah Tuhan Yesus berikan kepada kita (Gal. 5:13) dan bekerja sungguh-sungguh bagi kemuliaan Allah (1Kor. 10:31).

Source

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *