Sekali Selamat, Tetap Selamat

 oleh Dr. W. A. Criswell

diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:27-30)

Orang-orang yang telah menemukan tempat perlindungan di dalam Kristus, yang telah menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, telah dilahir-barukan untuk selama-lamanya dan memiliki jaminan keselamatan kekal. Mereka akan berada di Sorga. Jika mereka masuk ke Neraka, itu artinya mereka belum diselamatkan.

Ketika kita diselamatkan, kita percaya bahwa Allah akan memelihara kita sampai akhir. Kita akan menjawab ketika nama kita disebutkan di Sorga.

Apakah jaminan keselamatan kekal kita sehingga kita dapat percaya bahwa SEKALI SELAMAT, TETAP SELAMAT?

 FIRMAN DAN JANJI TUHAN

Kita memiliki jaminan hidup kekal karena Firman dan janji Tuhan. Jika Allah yang mengatakan, jika Tuhan yang menjanjikan, maka Tuhan akan memelihara Firman-Nya dan melaksanakan janji-Nya dengan setia sama seperti yang Ia telah firmankan.

Salah satu ayat yang paling mengesankan dalam Alkitab adalah Bilangan 23:19: “Allah, Tuhan Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta.” Jika Ia mengatakan sesuatu, Ia akan melakukannya. Jika Ia berjanji, Ia akan dengan setia melaksanakan apa yang dijanjikan-Nya.

Betapapun lemahnya kita, itu tidak akan membatalkan Firman dan janji Tuhan. Betapapun kita terguncang dan takut, itu tidak akan mengubah keputusan Tuhan Allah di Sorga yang telah menyelamatkan kita dan memelihara keselamatan kita sampai selama-lamanya. Jika Ia berkata sesuatu, Ia akan melaksanakannya dengan setia menurut perkataan-Nya.

Saya kadang-kadang berpikir tentang malam yang gelap dan mengerikan di Mesir ketika Tuhan berkata, “Malaikat maut-Ku akan lewat. Apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.”

Saya dapat membayangkan peristiwa yang mengerikan ini. Malam yang sangat mengerikan melingkupi setiap rumah yang diolesi oleh darah itu. Salah satu dari mereka mungkin takut. Ada juga yang mungkin sangat ketakutan. Ada juga yang mungkin menggigil. Ada juga yang mungkin penuh dengan keraguan. Ada juga yang mungkin berpikir mungkinkah darah yang dipercikan membentuk tanda salib itu akan dapat menyelamatkan mereka dari kuasa maut.

Namun Tuhan Allah berfirman, “Ketika kamu menandai darah itu, Aku akan melewati kamu.” Selama mereka berada di bawah tanda darah itu, mereka diselamatkan. Mereka aman. Mereka dipelihara.

Ini sama halnya dengan keselamatan kita. Keselamatan kita tergantung sepenuhnya pada kesetiaan Allah akan janji-Nya. Tuhan memelihara firman-Nya, Ia tidak akan menipu kita, Allah akan menyelamatkan kita ketika kita berada di bawah tanda darah itu, ketika kita percaya di dalam Dia, ketika kita memberikan jiwa kita dan hidup serta iman kita kepada Dia, ketika kita memandang Dia. Ini tidak tergantung pada kita. Ini sepenuhnya tergantung pada Allah. Allah-lah yang menyelamatkan kita dan bukan diri kita sendiri.

Suatu kali saya membaca tentang seorang pemburu yang berada di hutan Kanada selatan di musim dingin. Ia secara kebetulan menemukan sungai yang telah membeku. Namun sebagai orang baru atau pendatang di daerah itu, ia tidak tahu seberapa tebal es itu. Apakah es itu dapat menahan tubuhnya supaya tidak terjeblos atau tidak. Sehingga ketika menyeberangi sungai itu, sang pemburu dengan hati-hati merangkak menyeberangi sungai yang menjadi beku itu.

Ketika ia sampai di tengah-tengah bekuan sungai itu, ia mendengar suatu suara gemuruh dari atas gunung. Ia melihat ke arah datangnya suara itu, yaitu suatu gerbong kereta yang penuh dengan batangan kayu berat. Gerbong kereta itu terus meluncur turun dari lereng bukit dan menyeberangi sungai yang membeku itu dan berhasil melewatinya.

Keduanya sama-sama aman. Baik pemburu yang ragu-ragu menyeberangi sungai sambil merangkak dan sopir yang mengendarai kereta gerbong yang penuh dengan muatan kayu berat. Keduanya sama-sama selamat. Persis seperti itulah umat Tuhan yang telah percaya di dalam Dia. Beberapa dari mereka memiliki iman yang kuat, komitmen yang sangat kokoh, jaminan penuh, dan beberapa orang begitu lemah dan takut.

Namun baik yang kuat maupun yang lemah, mereka tetap selamat. Mereka tetap aman, karena firman dan janji Tuhan, dan bukan karena diri mereka sendiri.

Apa lagi yang menjadi jaminan keselamatan kekal kita sehingga kita dapat percaya SEKALI SELAMAT, TETAP SELAMAT?

 KESEMPURNAAN KARYA KRISTUS

Menjelang kematian-Nya di kayu Salib, Ia berseru, “Sudah selesai.” Apa yang sudah selesai? Penebusan untuk dosa-dosa kita sudah lengkap dan sempurna. Kristus telah melakukan semuanya. Keselamatan sudah penuh dan komplit di dalam Dia. Tidak ada sesuatu dari kita yang diperlukan untuk menambahinya.

Kristus telah mengerjakan karya keselamatan kita yang agung dengan sempurna. Ia telah membuat penebusan untuk dosa-dosa kita menjadi sempurna. Tidak ada apapun yang perlu ditambahkan untuk anugerah penebusan dan pengorbanan dari Tuhan kita yang ajaib.

Kadang-kadang saya berpikir, seperti yang pernah saya lakukan, berdiri di Dresden, di Jerman Timur, dan memperhatikan “Sistine Madonna” karya Raphael, salah satu lukisan yang paling indah di muka bumi ini. Apa yang akan Anda pikirkan, jika saya mencoba untuk naik mendekati kanvas yang sangat lebar itu dan kemudian mencoba untuk menambahi sedikit sentuhan warna di sana? Itu justru akan merusak keindahannya. Lukisan itu tidak memerlukan tambahan apapun dari saya.

Saya pernah berdiri di Florence di Italia dan melihat patung “Raja Daud” karya Michelangelo. Apa yang Anda pikirkan jika saya mengambil palu dan pahat dan menambahkan sedikit sentuhan untuk patung itu dan memberikan penyempurnaan sedikit di sana? Ini tidak masuk akal.

Lebih tidak masuk akal lagi jika kita mau mencoba untuk menambahkan perbuatan baik kita untuk menyempurnakan karya penebusan Tuhan kita di atas kayu salib. Ia telah membayar lunas penghukuman dosa-dosa kita secara komplit, sempurna, untuk selama-lamanya. Kita tidak dapat menambahkan apapun untuk anugerah penebusan Tuhan kita.

Keselamatan dari-Nya adalah anugerah untuk kita. Kita tidak membelinya. Kita sebenarnya tidak layak menerimanya. Kita tidak mengerjakannya. Efesus 2: 7-8 berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Tidak ada orang yang berhak berkata, “Lihatlah apa yang telah saya lakukan. Saya telah melakukannya.”

Jika saya datang kepada Anda dan berkata, “Lihat, saya memiliki uang $ 5,000, dan saya mau memberikan uang ini kepada Anda,” dan Anda berkata, “Tidak, ijinkan saya menggantinya dengan uang lima puluh cent untuk itu,” dan bila saya mengijinkan Anda untuk melakukannya, Anda mungkin akan pergi dan mulai membual, “Lihat apa yang saya miliki. Saya memiliki uang $ 5,000 di tangan saya yang telah saya beli dengan lima puluh cent.” Itulah apa yang Anda lakukan ketika Anda dengan perbuatan baik Anda berusaha menemukan keselamatan diri Anda sendiri dan pengampunan atas dosa-dosa Anda.

Keselamatan kita adalah pemberian Allah. Kristus telah membayar lunas hukuman atas dosa-dosa kita, sempurna, komplit. Kita menerimanya dari tangan anugerah-Nya sebagai pemberian kasih-Nya.

Itulah sebabnya mengapa kita tidak memuji diri kita sendiri dan kita tidak menyanyi untuk kemuliaan diri kita sendiri. Itulah sebabnya mengapa kita harus memuji Yesus dan bernyanyi untuk kebaikan dan anugerah-Nya.

Apa lagi yang menjadi jaminan keselamatan kekal kita sehingga kita dapat percaya SEKALI SELAMAT, TETAP SELAMAT?

KONFIDENSI ATAU KEPERCAYAAN YANG KITA MILIKI DI DALAM DIA

Satu dari ayat-ayat yang berhubungan dengan ini di dalam Alkitab adalah 2 Timotius 1:12, kalimat bagian akhir yang berbunyi demikian, “Karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah aku percayakan kepadaNya hingga pada hari Tuhan” (KJV).

Ada tiga kali dalam separuh dari ayat ini dimana ia menekankan pujian dan kemuliaan kasih kepada Tuhan kita, Karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah aku percayakan kepadaNya hingga pada hari Tuhan”

“Karena aku tahu kepada siapa aku percaya.” Keselamatan kita tidak didasarkan sesuatu yang tidak jelas atau abstrak. Ini bergantung pada Dia.

“Karena aku tahu kepada siapa aku percaya.” Ini merepresentasikan dan bergantung pada seorang pribadi, yaitu Tuhan kita Yesus. Kita tidak menjamin keselamatan kita dengan mengikuti suatu sistem atau upacara-upacara agamawi. Ini hanya bergantung pada Dia.

“Karena aku tahu kepada siapa aku percaya.” Ini tidak berdasarkan hipotesa atau dalil atau doktrin. Ini sepenuhnya bergantung pada Dia. “Karena aku tahu kepada siapa aku percaya.” Bukan apa, tetapi siapa yang kita percaya. Ini bukan kredo atau doktrin. Bukan “apa”, tetapi “siapa.”

Bukan apa yang kita percaya, tetapi siapa yang kita percaya. Kepada siapa kita berbagi beban berat? Siapa yang menerangi semua jalan gelap? Siapa yang memanggil kita keluar dari dalam kubur? Dia adalah Tuhan. Anda hidup bukan karena apa yang Anda percaya, tetapi kepada siapa Anda percaya. Bukan apa, tetapi siapa. Pribadi yang agung, Yesus Kristus, Juruselamat kita!

Apakah Anda memperhatikan dogmatisme Paulus yang menulis, “Aku tahu… dan aku yakin.” Kita hidup di zaman sinis yang meragukan segala sesuatu. Betapa berbedanya dogmatisme dari Rasul Paulus! “Aku tahu… dan aku yakin.”

Kata yang dia gunakan di sini adalah paratheke. Kata Yunani paratheke secara literal berarti “sebuah deposit,” sesuatu yang kita telah depositkan untuk disimpan dengan aman di dalam tangan Tuhan dan Allah kita. Paratheke berarti bahwa kita telah berkomitmen untuk menyerahkan jiwa kita, hidup kita, masa depan kita, kekekalan kita, di dalam tangan Yesus, Tuhan kita. Ia akan memeliharanya dengan setia apa yang telah kita serahkan atau percayakan kepada-Nya.

Pada hari ketika kita tua, mati, dikuburkan dalam kegelapan, siapakah yang akan berdiri bersama kita di sana?

Ia adalah satu-satunya pengharapan kita. Kita tidak memiliki pengharapan yang lain selain di dalam Tuhan Yesus. Siapakah yang dapat bersama kita melalui hari yang gelap dan suram ini? Siapa yang dapat berdiri bersama kita di dalam kubur? Siapa yang dapat membangkitkan kita dari kematian? Siapa yang dapat berbicara tentang kebangkitan dan kehidupan dari tubuh kita? Dia adalah Yesus.

Pengharapan kita ada di dalam Yesus, sehingga Paulus menulis, “Karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan kepada-Nya hingga pada hari Tuhan” [KJV].

Yesus berkata, “Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (Yohanes 10:29)

Karena Setan datang untuk membunuh kita dan menyerahkan kita kepada kutukan Neraka.  Pertama-tama Setan harus membawa legium iblisnya, malaikat-malaikatnya, dan menyerang kita dalam hidup ini, di dunia ini. Kemudian ia berusaha untuk mengulurkan tangannya dan merebut kita dari tangan Bapa. Ia melakukan itu karena ingin menyerahkan jiwa kita kepada kuasa dan sengatan api Neraka.

Dapatkah ia melakukan itu? Ia tidak akan pernah dapat melakukannya. Yesus berkata, “Tak seorangpun dapat merebut mereka dari tangan Bapa-Ku.” Kita aman di dalam genggaman-Nya! Betapa agungnya janji pemeliharaan keselamatan kita oleh Tuhan!

Apa lagi yang menjadi jaminan keselamatan kekal kita sehingga kita dapat percaya SEKALI SELAMAT, TETAP SELAMAT?

APA YANG YESUS KERJAKAN HARI INI

Jaminan keselamatan kita yang keempat ada di dalam apa yang Yesus kerjakan hari ini. Roma 5:10, “Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya.”

Apa yang Paulus maksudkan “oleh hidup-Nya?” Yang ia maksudkan adalah oleh hidup Yesus di Sorga.  Jika ketika kita masih berdosa saja, Allah mau menerima kita karena Anak-Nya, dan mengampuni dosa-dosa kita dalam penebusan darah-Nya, maka terlebih lagi kita dapat menemukan jaminan keselamatan oleh hidup Tuhan kita di Sorga.

Apa yang Yesus lakukan di Sorga hari ini? Ibrani 7:25, “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.”

Apa yang Tuhan kita lakukan? Ia memimpin perjalanan musafir kita di bumi ini. Ia sedang menjadi Perantara bagi kita di Sorga. Ia sedang berdoa untuk kita di Sorga. Ia melakukannya sampai kita berada di rumah akhir kita dalam kemuliaan, yaitu Sorga. Ia menjadi Perantara kita. Ia senantiasa menyertai kita.

Betapa agungnya kata-kata dalam Wahyu 1:17 dan 18 ini,

Aku adalah Alpha dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Ketika kita menghadapi hari akhir dan penghakiman Allah yang Mahatinggi, siapakah yang akan berdiri bersama dengan kita? Dia adalah sahabat dan Juruselamat kita yang telah mati bagi kita di kayu salib. Siapakah yang akan menjadi Perantara kita di Sorga? Dia adalah Yesus, Tuhan kita, partner doa kita. Dia yang menyertai perjalanan musafir kita. Dia adalah Juruselamat dan Sahabat kita. Itulah yang Yesus sedang lakukan hari ini.

Apa lagi yang menjadi jaminan keselamatan kekal kita sehingga kita dapat percaya SEKALI SELAMAT, TETAP SELAMAT?

KESAKSIAN ROH KUDUS DI DALAM HATI KITA

Setelah kita menerima Tuhan, setelah kita percaya kepada Tuhan, Tuhan menaruh kesaksian dalam hati kita. Roma 8:16 berkata, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”

Ketika Anda menerima Yesus sebagai Juruselamat Anda, ketika Anda membuka hati Anda untuk Tuhan, pada saat itu Anda di selamatkan, Anda telah bertobat, Anda telah dilahir-barukan. Anda menjadi manusia baru. Roh Kudus telah masuk ke dalam hati Anda dan tinggal di dalam hati Anda. Ia bersaksi kepada Anda di dalam hati Anda bahwa Anda adalah anak Allah.

Saya pernah mendengar seorang petani di Louisiana menangkap seekor itik jantan liar. Ia mengikat kaki itik jantan liar itu di kolam miliknya. Selama musim dingin itik liar itu berenang di kolam itu bersama dengan bebek-bebek lokal.

 Ketika musim semi tiba, itik-itik liar yang telah datang dari daerah utara ke selatan di musim dingin itu mulai keluar dari sungai, kolam dan danau dan kembali terbang ke utara. Satu rombongan itik liar terbang di angkasa dan mereka melihat ke bawah dan melihat itik jantan yang diikat sedang berenang di kolam kecil itu. Kemudian mereka membuat formasi terbang berputar-putar, membentuk lingkaran besar, dan memanggil dari angkasa agar itik yang terikat di kolam itu terbang mengikuti mereka kembali ke utara. Itik itu mulai menengok ke atas, mendongakkan kepalanya, dan mendengarkan panggilan teman-temannya dari angkasa, dan ia mulai mengepakkan sayapnya untuk terbang namun tali pengikatnya menariknya kembali ke kolam.

Bebek-bebek lokal yang ada di situ tetap berenang dengan tenang tanpa menghiraukan panggilan itik-itik liar di angkasa. Namun serombongan itik liar terbang lagi di atas mereka dan memanggil-manggil, dan itik liar yang terikat itu mulai mengepakkan sayapnya untuk terbang bersama kawan-kawannya namun jatuh kembali karena tali pengikatnya menariknya kembali.

Ada lagi serombongan itik liar terbang di angkasa dan memanggil-manggil kawannya untuk kembali ke utara. Kemudian itik yang terikat itu mengepakkan sayapnya lagi untuk terbang dan pada saat itu putuslah tali pengikatnya dan ia mulai terbang ke angkasa bergabung dengan kawan-kawannya.

Kita sama persis dengan itu. Orang-orang di dunia, mereka yang mengasihi dunia, harta mereka ada di dunia. Pengharapan dan tujuan dan visi dan hidup mereka ada di dunia.

Tetapi, jika Anda telah diselamatkan, jika Anda telah dilahirkan kembali, jika Anda telah menerima Yesus sebagai Tuhan Anda, Anda akan merasakan dan mendengar panggilan Allah. Hanya Anda yang akan mendengarnya. Ketika waktu itu tiba, Anda akan berkata, “Tuhan aku telah siap. Aku telah siap. Kapan saja, setiap saat, Tuhan. Aku siap.”

Betapa mulianya hidup di dalam kasih dan anugerah Tuhan kita! Kita akan mendengar panggilan naik! Kita akan dikumpulkan dengan orang-orang kudus dan malaikat-malaikat Tuhan dan bersama dengan Kristus sendiri di Sorga! Itulah apa yang disebut dengan orang Kristen lahir baru, orang yang telah diselamatkan, dan memiliki jaminan keselamatan kekal di dalam hati Anda.

Apakah Anda sudah diselamatkan? Apakah Anda sudah memiliki jaminan keselamatan? Jika Anda membutuhkan bimbingan hubungi kami dan kami akan siap sedia untuk membantu Anda.

 

Sumber: http://www.wacriswell-indo.org

Tautan Sumber

Leave a Reply

www.gbiishalomtiga.org
PHHT 2011
Gedung gereja GBII Sirapan 2010
No Preview
JADWAL IBADAH GEREJA
Kolom Wanita Pojok Pemuda Renungan Utama
Tahukah Anda Bahwa Allah Tidak Bermaksud Untuk Mengendalikan Setiap Gerakkan Kita?
Betapa Pentingnya Salib
Kasihilah Allahmu Dengan Segenap Pemikiranmu
www.gbiishalomtiga.org
PHHT 2011
No Preview
JADWAL IBADAH GEREJA
Mantan Dukun Yang Jadi Percaya